WirotoCraft

Tampilan piala penghargaan, Sumber: jakrev.com

Proses Pembuatan Piala Dari PlastikApakah Anda tahu bahwa bahan pembuatan piala itu ada berbagai macam? Piala bisa dibuat dari berbagai bahan, misalnya saja dari plastik, logam, dan lain sebagainya.

Pada artikel kali ini Anda akan mengenal beberapa jenis bahan baku yang bisa digunakan untuk membuat piala. Selain itu Anda juga bisa mengetahui informasi seputar pembuatan piala dari barang bekas yang berbahan plastik.

Umumnya, piala biasa digunakan sebagai penghargaan atau souvenir bagi seseorang yang berhasil mencapai sesuatu. Misalnya saja menang dalam kejuaraan atau mengapresiasi hasil kerja keras yang telah dilalui seseorang selama ini. 

Bahan baku untuk membuat piala bisa menggunakan material logam yang juga bisa dikombinasikan dengan material lain. Misalnya seperti plat kuningan, steinless steel, alumunium print, print flatbed, dan grafir laser.

Jenis Material Untuk Membuat Piala

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa bahan membuat piala itu sangat beragam. Karena bahan yang digunakannya pun berbeda-beda, maka tidak heran jika harga pembuatan piala juga bervariasi. Penasaran dengan jenis material yang bisa digunakan untuk membuat piala? Silahkan simak penjelasan berikut ini.

1. Material Logam

Material pertama yang bisa digunakan untuk pembuatan piala ialah logam. Tampilan mewah yang dihasilkan dari piala logam bisa membuat siapa saja yang melihatnya terpesona. Piala logam bisa dengan cantiknya dipajang dibagian ruang tamu rumah. Dengan begitu ruangan menjadi lebih hidup karena adanya hiasan piala tersebut.

Kerajinan yang satu ini bisa dipesan ke tempat pembuatan piala terdekat dari lokasi Anda. Piala ini sangat cocok dijadikan sebagai penghargaan istimewa bagi karyawan yang sudah bekerja keras bagi perusahaan. Selain itu juga cocok dijadikan sebagai penghargaan untuk kejuaraan lomba.

2. Material Fiber

Material fiber merupakan salah satu bahan pembuatan piala yang terbuat dari campuran beberapa bahan. Setelah itu fiber dicetak sesuai dengan desain yang diinginkan oleh konsumen. Piala yang terbuat dari bahan fiber ini biasanya akan terlihat lebih modern dan cocok dengan era saat ini.

Selain digunakan untuk pembuatan piala, fiber juga bisa digunakan sebagai bahan untuk membuat miniatur. Tampilan yang elegan dari bahan fiber juga cocok sekali jika dipajang di almari kaca yang berisi berbagai piala penghargaan lainnya.

3. Bahan Resin

Resin merupakan salah satu bahan yang bisa membuat tampilan piala menjadi lebih jelas, terlihat indah, dan juga elegan. Material resin juga memiliki sifat yang mudah dibentuk, maka tidak heran jika material yang satu ini dijadikan sebagai bahan untuk membuat piala.

Di dalam proses membuatnya, nantinya bahan resin ini akan dicetak menggunakan cetakan khusus. Kemudian dibentuk sesuai dengan apa yang diinginkan oleh konsumen.

4. Bahan Akrilik

Bahan selanjutnya ialah akrilik. Material akrilik ini menjadi salah satu material pembuatan piala yang populer di masyarakat. Banyak produsen yang menggunakan bahan akrilik ini karena dinilai lebih mudah dalam proses pembuatannya. Penggunaan bahan akrilik ini juga lebih sederhana jika dibandingkan dengan material yang lainnya.

Meskipun merupakan bahan yang sederhana, namun jangan ragukan mengenai kualitas dari piala akrilik. Piala dari bahan akrilik mampu bertahan dari proses pelapukan dan juga guncangan. Jadi memang daya tahan dari bahan yang satu ini cukup kuat. 

Contoh Lain: Souvenir Perusahaan Exclusive

Proses Pembuatan Piala dari Barang Bekas Berbahan Plastik

Apakah Anda memiliki barang-barang bekas yang berbahan plastik? Daripada dibiarkan saja dan bisa merusak lingkungan, lebih baik Anda merubahnya sebagai bahan yang berguna. Anda bisa merubah barang bekas tersebut menjadi piala yang bisa dipajang di kamar atau ruangan lain di rumah.

Dilansir dari laman urmilamile.com, terdapat 3 proses atau tahapan dalam membuat piala yang berasal dari barang bekas berbahan plastik. Penasaran bagaimana caranya? Simak penjelasan berikut ini.

1. Proses Pertama

Siapkanlah batang kayu kering yang memiliki ukuran diameter sekitar 3 cm. Setelah itu Anda bisa memotongnya ke ukuran 8 cm menggunakan gergaji kayu. Kupaslah bagian kulit batang kayu dengan menggunakan pisau. Kemudian gosoklah menggunakan amplas untuk membuat teksturnya menjadi halus.

Setelah selesai mengamplas batang kayu tersebut, ambillah potongan batang kayu yang kering. Lubangilah bagian tengah dari batang kayu dengan paku dan palu. Lalu tutuplah bagian tersebut dengan botol plastik bekas yang Anda miliki.

Potong kaleng minuman dengan membuat reng baut ulir dan lubangi dengan paku, kemudian masukkan baut ulir yang bentuknya lancip. Setelah itu tancap dan putarkan sampai kencang bagian baut ulir, reng kaleng minuman, dan juga tutup botol plastiknya dengan obeng. Lalu pasanglah botol plastik di bagian tutup botol plastik itu.

2. Proses Kedua

Gunakanlah kaleng minuman dan potong dengan cara memutar, pada bagian bawahnya masing-masing dengan pisau kater. Rapikan masing-masing potongan kaleng tersebut dengan menggunakan gunting seng, dengan ukuran tinggi masing-masing sekitar 1 cm.

Pilihlah salah satu potongan kaleng minuman, kemudian gunting dengan bentuk rumbai di bagian atasnya. Olesi bagian luar kaleng dengan potongan rumbai itu dengan lem kastol. Pada bagian dalam kaleng juga diolesi dengan lem kastol.

Gabungkan keduanya apabila lem sudah kering. Ambil kaleng minuman dan potong memutar di bagian bawah dengan pisau kater. Kemudian potong kembali kaleng dengan gunting seng sampai lingkar sudut bawah. Lalu rapikan ujung potongan kaleng dengan kikir atau amplas kasar.

Setelah itu lubangi bagian tengah potongan kaleng dengan paku. Ambil gabungan potongan kaleng dan lubangi sisinya. Kemudian gabungkan dengan baut ulir. Rekatkan kaleng di atas trophy botol dengan lem korea. Lalu rekatkan pula gabungan kaleng dengan lem korea, kemudian tunggu sampai kering.

3. Proses Ketiga

Untuk proses ketiga ini merupakan tahap finishing. Anda bisa menggunakan cat meni kayu untuk pengecatannya. Jangan lupa untuk menambahkan tinner lalu aduk. Oleskan cat meni pada kayu sampai merata. Jika sudah kering, amplaslah hingga halus.

Kemudian ulangilah pengolesan cat meni sekali lagi. Jemur kembali piala tersebut sampai kering. Lalu gunakan plitur hitam dan oleskan pada kayu sampai merata. Setelah itu jemur lagi piala sampai kering, kemudian oleskan plitur hitam sekali lagi lalu jemur.

Setelah proses tersebut selesai, Anda bisa mengeprint tulisan yang dipasang ke piala dengan kertas berwarna putih dan tempelkan di bagian bawah piala. Tempelkanlah tulisan tersebut dengan menggunakan lem kastol. Tempelkan secara perlahan dan tunggu sampai kering. Piala dari barang bekas berbahan plastik pun sudah siap dipajang.

Informasi Pembuatan Piala di Wiroto Craft

Apakah Anda sedang membutuhkan piala untuk berbagai kebutuhan? Misalnya saja sebagai penghargaan untuk pencapaian seseorang atau bisa juga sebagai souvenir pembicara seminar. Piala tersebut bisa Anda dapatkan dengan menghubungi Wiroto Craft. Bahkan Anda bisa konsultasi terlebih dahulu mengenai detail dari pesanan piala.

Anda bisa memilih jenis piala yang digunakan, kemudian bagaimana desainnya, hingga seberapa ukurannya. Bukan hanya piala saja yang bisa Anda buat di Wiroto Craft, namun berbagai produk lainnya pun juga bisa. Anda tinggal menyampaikan saja apa yang Anda butuhkan. Berikut tata cara pemesanan piala di Wiroto Craft :

  • Memilih produk dan desain yang anda akan pesan seperti contoh ataupun desain custom sendiri
  • Konsultasikan jumlah order serta tenggat waktu yang anda inginkan
  • Sebagai tanda jadi, bayarkan uang muka (down payment)
  • Dapatkan informasi apabila souvenir telah selesai diproduksi
  • Lunasi biaya pelunasan dan ongkos kirim
  • Dapatkan garansi termasuk layanan ganti produk rusak

Bagaimana, sangat mudah bukan memesan piala yang Anda inginkan di Wiroto Craft? Untuk detail informasi lebih lanjutnya, bisa Anda tanyakan kepada kami melalui nomor yang ada di bagian kontak. Selain itu Anda juga bisa datang ke kantor kami yang berlokasi di Jl. Monumen Perjuangan No. 12, Wirokerten, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Written by